JANGAN MEMUKULNYASuami yang ringan tangan, gemar menampar dan memukul istri adalahsuami yang tidak mengerti bahwa Islam meninggalkan perempuan."Aisyah radhiallahu 'anha pernah bertutur: suamiku tidak pernah memukul istrinya meskipun hanya sekali." (HR. Nasa'i)Yang dimaksud pukulan disini adalah pukulan yang menciderai atau pukulan diwajah. Adapun apabila seorang istri melakukan pembangkangan kepada suami, maka diperbolehkan memukulnya dengan pukulan yang tidak menyebabkan cedera dan tidak pula mengenai dimuka. Allahu a'lamSesungguhnya lelaki sejati tidak akan pernah memukul istri semarah apapun yang bersangkutan kepada pasangannya. Memukul istri adalah akhlak pria durjan dan tidak pantas dilakukan oleh para suami yang shalih.HIBUR KESEDIHANNYATidak hanya bersenang-senang dengan istri disaat gembira, Rasulullah pun peduli pada istri dikala istrinya menangis dan bersedih."Suatu saat Shafiyah safar bersama Rasulullah, saat itu adalah hari gilirannya. Dia ketinggalan (rombongan) karena unta nya berjalan lambat, lalu menangis. Maka Rasulullah datang mengusapkan air mata dengan kedua tangannya kemudian berusaha membuat Shafiyah berhenti menangis." (HR. Nasa'i)Pelajaran yang diambil dari hadis ini adalah menghibur istri adalah kewajiban suami. Berusaha menghilangkan kesedihan dan kesusahan istri adalah sesuatu yangdiisyaratkan Islam. Suami yang baik tidak akan tahan dan tinggal diam manakala melihat istrinya menangis atau bersedih hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar