Selasa, 05 April 2016

nurul muhibbin 232



Ujar guru kita KH. Muhammad Bakhit “Barang siapa melihat perbuatan baik dirinya maupun perbuatan orang lain tetapi dia tidak bisa musyahadah kepada Allah, maka orang ini namanya mahdzub/ terdinding/tersesat dan dia merupakan makhluk yang paling jahat, orang yang terdinding ini apabila berbuat taat maka amal taat tersebut menjadi kejahatan, kenapa amal taat itu menjadi kejahatan, karena amal taat itu tidak sunyi dengan ujub, ria, merasa mulia karena lupa dengan pertolongan , petunjuk dan hidayah Allah SWT. Adapun orang yang melihat perbuatan dan disitu dia ingat kepada Allah, maka ini orang namanya mukasyaf orang yang diterangi, dibukakan mata hatinya oleh Allah, maka dia melihat perbuatan perbuatan itu cahaya karena disitu selalu ada Allah, sedangkan kejahatan, perbuatan maksiat dari orang yang mukasyaf ini adalah kebaikan apalagi perbuatan kebaikan, andaikata orang yang mukasyaf ini berbuat maksiat maka maksiat tersebut menjadi kebaikan, berbuat dosa pun dia mendapat pahala, kenapa dia berbuat dosa mendapat pahala, karena orang yang terbuka hati itu bila berbuat dosa dia mengakui bahwa dirinya lemah, dia mengakui dirinya hina, dia mengakui bahwa dia sangat berhajat kepada perlindungan dan pertolongan Allah agar terhindar dari maksiat dan tobatnya dia daripada maksiat itu. Orang yang mukasyaf itu bila melakukan dosa mereka tersadarkan dan merasa hina disisi Allah, dia akan tersadarkan dan perasaan perasaan itu merupakan ibadah, lalu dia tobat daripada dosa, banyak orang yang masuk sorga karena dosa dan banyak orang masuk neraka karena kebaikan, masuk neraka karena kebaikan itu dia merasa dia paling mulia dengan kebaikan itu dia merasa orang lain hina akhirnya kebaikan itu mengantarkan dia ke neraka, dia melakukan dosa lalu dia merasa hina dari orang lain dia merasa rendah dari orang lain akhirnya ia kembali kepada Allah dan dia minta ampun kepada Allah akhirnya dengan dosanya itu mengantarkan dia masuk surga”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar