"Datangnya pertolongan Allah adalah sesuai dengan persiapan, sedangkan turunnya cahaya Allah adalah sesuai dengan kejernihan relung batin (hati)."
“Hati yang bersih siap menerima karunia-karunia Allah swt. Sedang hati yang kotor tidak dapat menampung karunia Allah swt.” ( Imam Qutb Habib Ahmad bin Hasan Al-Aththas )
(Kalam Ibnu Atha 'illah)
Engkau sudah terlalu lama bergelimang kemaksiatan, kini terjunlah ke dalam hal-hal yang dicintai Allah Azza wa Jalla.
Telah kujelaskan hakikat permasahan2 kepadamu, tetapi orang yang lalai tidak akan sadar meskipun memperoleh berbagai Nasehat.
Wanita yang kurang waras akalnya ketika putranya mati, ia justru tertawa. Begitu pula dirimu.
Kelalaian telah membunuh hatimu.
Orang hidup akan merasa sakit ketika tertusuk jarum, akan tetapi, sesosok mayat tidak akan merasa sakit meskipun tubuhnya di potong-potong dengan sebilah pedang.
Engkau sudah terlalu lama bergelimang kemaksiatan, kini terjunlah ke dalam hal-hal yang dicintai Allah Azza wa Jalla.
Telah kujelaskan hakikat permasahan2 kepadamu, tetapi orang yang lalai tidak akan sadar meskipun memperoleh berbagai Nasehat.
Wanita yang kurang waras akalnya ketika putranya mati, ia justru tertawa. Begitu pula dirimu.
Kelalaian telah membunuh hatimu.
Orang hidup akan merasa sakit ketika tertusuk jarum, akan tetapi, sesosok mayat tidak akan merasa sakit meskipun tubuhnya di potong-potong dengan sebilah pedang.
Yang paling besar di bumi ini bukan gunung dan lautan, melainkan hawa nafsu yang jika gagal dikendalikan maka kita akan menjadi penghuni neraka. (Imam Al Ghazali)
Jika nafsu itu tidak engkau kalahkan dengan jihad yang bersungguh-sungguh, maka sekali-kali hatimu tidak akan hidup dengan nur ma’rifat. (Imam Al Ghazali)
Kebahagiaan terletak pada kemenangan memerangi hawa nafsu dan menahan kehendak yang berlebih-lebihan. (Imam Al Ghazali)
Al-Hikam - Ibnu Atha'illah
Jangan berpatah harapan dari kembali pada-Nya, hanya kerana kepahitan ujian dan dosa. Kasih sayang-Nya mengatasi Kemurkaan-Nya, demikian diungkap dalam suatu Hadis Qudsi.
Jangan berpatah harapan dari kembali pada-Nya, hanya kerana kepahitan ujian dan dosa. Kasih sayang-Nya mengatasi Kemurkaan-Nya, demikian diungkap dalam suatu Hadis Qudsi.
Apabila engkau berbuat dosa, maka itu jangan menjadi alasan keputusasaanmu dalam menggapai istiqamah dengan Tuhan, kerana bisa jadi itu adalah dosa terakhir yang ditakdirkan bagimu.
Allah sengaja menjadikan setan sebagai musuhmu, supaya engkau jemu terhadapnya dan berrlindung kepada Allah, demikian pula Allah tetap menggerakkan hawa nafsumu agar engkau tetap selalu menghadap kepada-Nya untuk melawan hawa nafsu. Andai tidak ada medan perjuangan melawan hawa nafsu/syahwat (mayadin an-nufus), pasti tidak terbukti perjalanan orang-orang yang menuju kepada Allah, sebab memang tiada jarak antaramu dengan Allah untuk ditempuh dengan kendaraan, dan juga tidak pernah putus antaramu dengan Allah, sehingga dapat disambung oleh hubunganmu. ( Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari )
Dalam sebuah penggalan hadis Nabi Muhammad Saw riwayat Al Bukhari dinyatakan bahwa Nabi bersabda,
“Ballighuu ‘anny walau ayah” (Shahih Al Bukhari)
“Sampaikanlah olehmu sekalian dariku meski hanya satu ayat (al Qur’an).”
“Sampaikanlah olehmu sekalian dariku meski hanya satu ayat (al Qur’an).”
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS ALI IMRAN : 104)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar