‘’Sesungguhnya Allah SWT menyembunyikan 3 hal dalam 3 perkara, Yang pertama Allah menyembunyikan keridaanNya didalam taat, artinyadisetiap perbuataan taat itu ada terkandung keridaan Allah, maka janganlah engkau meremehkan suatu perbuatan taat, walau kecil, karena didalam perbuatan taat tersebut terkandung keridaan Allah SWT, contohnya misal ada duit 1000 rupiah, 1000 rupiah ini dianggap kecil tapi begitu kita sumbangkan, kita sedekahkan itu, itu jauh lebih berarti daripada uang puluhan miliar yang ada ditabungan kita, karena pada duit 1000 rupiah ada keridaan Allah, sedangkan yang puluhan milliar belum tentu ada keridaaan Allah SWT. Yang kedua Allah SWT menyembunyikan kemurkaanNya didalam maksiat, jangan engkau remehkan sekecil apapun maksiat kepada Allah, jangan kamu anggap remeh maksiat sekecil apapun, karena dalam maksiat itu ada kemurkaan Allah, kemurkaan Allah ini kalaunya menang daripada keridaanNya, kita akan masuk dalam neraka. Yang ketiga Allah menyembunyikan para walinya, Allah menyembunyikan para kekasihnya ditengah tengah hambanya, jangan sekali sekali kamu meremehkan seseorang dari hamba Allah, barangkali dia itu adalah kekasih Allah SWT, meremehkan, memper enteng kekasih Allah sama dengan meremehkan Allah SWT, kemudian lagi para Ulama ada menjelaskan lagi kepada kita ada beberapa tanda tanda, beberapa alamat alamat, yang ini mengarahkan kita kepada orang itu sebagai seorang kekasih Allah, jangan engkau remehkan hamba Allah karena disitu ada wali walinya, siapa tahu yang engkau remehkan itu waliyullah maka engkau akan binasa, ada tanda tanda yang mengarahkan kita bahwa itu makin mendekati waliyulah, tetapi bukan memastikan, disebutkan apabila pada diri seorang hamba itu ada salah satu diantara tiga ini, maka orang ini bisa kita i’tiqatkan bahwa orang ini adalah orang yang mulia disisi Allah. Yang pertama tandanya itu adalah, orang ini dimuliakan, dihormati oleh para ulama ulama alhul ilmu bathin, bila ada orang seperti itu, ini mengarahkan kepada kita, orang ini orang yang mulia disisi Allah, dan kita berhati hati dengan orangseperti ini, jangan sampai kita kehilangan adab dengan mereka. yang kedua ulama ulama ahlul ilmu bathin tidak ada yang menghormati orang ini, tetapi orang ini orang yang kuat dalam agamanya dan pada dirinya ada timbul hal hal yang menyalahi adat, walaupun orang ini kadang kadang mau melakukan maksiat yang zahir, dan orang ini juga, kita harus berhati hati terhadap orang ini. Yang ketiga orang ini kada punya keramat, orang ini kada diakui para ulama, tetapi orang ini kada pernah melakukan maksiat, dengan orang ini pun kita harusberhati hati juga, siapa tahu dia merupakan kekasih Allah SWT”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar